22.2.15

Sejarah Unik Mengapa Papan Ketik Pakai Sistem QWERTY

Sebagai salah satu bagian sejarah umat manusia, menulis telah menjadi alat komunikasi tersendiri yang penting untuk dipelajari orang-orang. Itulah yang menginovasi orang-orang untuk membuat mesin ketik atau yang kita kenal sebagai keyboard pada zaman sekarang. Mungkin anda pernah bertanya-tanya mengapa sebagian besar keyboard yang kita gunakan punya susunan alfabet tidak teratur dan menggunakan sistem qwerty, bukannya susunan alfabet yang seperti biasa?

Semua berawal pada era 1860 saat keyboard pada mesin tik memiliki bentuk yang sangat kasar dan bekerja secara mekanik. Awalnya, keyboard di mesin ketik punya susunan huruf sesuai alfabet dengan menempatkan huruf-huruf tersebut pada dua baris berurutan.
Bagi sebagian besar orang pada zaman itu, susunan tersebut memang terlihat masuk akal. Dengan cara itu, seorang pengetik dapat lebih mudah beradaptasi dengan mesin baru tersebut dan cepat menemukan huruf yang akan dipilih.

Namun, rupanya susunan seperti itu menimbulkan masalah cukup fatal pada mesin ketik. Mesin ketik, yang saat itu menggunakan tuas dan per mekanik untuk mencetak huruf pada pita tinta di atas kertas, sering kali macet sehingga banyak pekerjaan yang tertunda.

Penyebabnya adalah susunan alfabetis masa itu membuat tuas-tuas yang berdekatan atau bersebelahan saling bertabrakan ketika dipencet terlalu cepat. Setelah mengalami berbagai modifikasi yang tidak juga berhasil, berulah pada 1868, seorang politikus dan penemu amatir asal Amerika Serikat, Christopher Latham Sholes, mengenalkan susunan keyboard baru untuk mengatasi kemacetan saat mengetik, yaitu sistem qwerty. Sistem tersebut berhasil mengurangi kemungkinan macetnya mesin tik. Sayangnya di sisi lain, sistem itu memperlambat pengetikan para pekerja. Tentu saja, sebagian besar orang sempat mengeluhkannya.

Dua tahun kemudian, susunan keyboard qwerty resmi menjadi standar keyboard pada mesin ketik pertama produksi E. Remington & Sons yang bernama Remington 1. Produk tersebut kurang laku lantaran minat orang menggunakan mesin ketik belum tinggi. Barulah empat tahun kemudian, produk baru bernama Remington 2 mendapat sambutan yang sangat baik dan akhirnya mampu mempopulerkan keyboard hingga zaman sekarang.

Menurut para ilmuwan dari British dan Amerika yang ditulis di learning-mind.com, sistem qwerty bisa memperlambat kinerja pengetikan seseorang karena pengaruh otak. Sebagian besar orang lebih mudah dan cepat menuliskan kata di bagian kanan jika dibandingkan dengan sebelah kiri. Bahkan, menurut buku International Encyclopedia of Ergonomics and Human Factors, 80% manusia di dunia adalah pengguna tangan kanan.

Sayangnya, sebagian besar kata-kata di dunia diketik di bagian kiri keyboard. Dalam bahasa inggris saja, 57% kata-katanya ditulis di sebelah kiri. Namun, semua bergantung pada bahasa apa yang digunakan. Karena itulah, tantangan zaman sekarang berbeda dengan zaman dulu ketika kita memakai keyboard. Jika dulu tantangannya adalah mengetik tidak terlalu cepat, sekarang mengetik cepat dengan sistem yang rumit tersebut menjadi tantangannya. (bgv/c14/abr)

Sumber : http://www.jpnn.com/read/2015/02/11/286840/Sejarah-Unik-Mengapa-Papan-Ketik-Pakai-Sistem-QWERTY

16.1.15

Raja Faisal, Raja Arab Saudi yang Pemberani

Henry Kissinger, Raja Faisal, dan 
Keinginan Shalat 2 Rakaat di Al Aqsa

KETIKA Raja Faisal memutus pasokan minyak hingga negara-negara Barat mengalami krisis minyak pada Oktober 1973, ia melontarkan kalimat yang terkenal dan mengguncang dunia: “Kami dan leluhur kami telah mampu bertahan hidup hanya mengandalkan kurma dan susu, dan kami akan kembali dengan cara itu lagi untuk bertahan hidup (tanpa bantuan barang-barang dari Barat).”

Henry Kissinger, Menteri Luar Negeri AS, langsung mengunjungi Raja Faisal dan mencoba membujuknya untuk menarik keputusannya itu.

Akan tetapi Raja Faisal hanya berkata dengan wajah penuh kebencian, “Hancurlah ISRAEL!”

Henry Kissinger mencoba melontarkan sebuah lelucon untuk menghibur sang Raja: “Pesawat saya kehabisan minyak, berkenankah yang mulia memerintahkan orang agar mengisinya dengan minyak kembali? Dan kami siap membayarnya dengan kurs internasional.”

Namun Sang Raja tak tertawa sedikitpun. Ia memandang Kissinger sambil berkata: “Dan aku hanyalah seorang lelaki tua yang menginginkan untuk dapat shalat dua rakaat di Masjid Al Aqsa sebelum aku mati; maka maukah engkau (Amerika) mengabulkan permintaanku ini?”

Foto di atas tampak fasih menggambarkan sikap Raja Faisal yang tak menyukai Kissinger dan Kissinger yang berusaha menarik hati Sang Raja. [dedih mulyadi/islampos]


Sumber : https://www.islampos.com/henry-kissinger-raja-faisal-dan-keinginan-shalat-dua-rakaat-di-al-aqsa-81772/

23.12.14

Kisah Lansia Sepasang Suami Istri

Assalamualaikum wwb.
Sudah lama juga tidak posting. Kali ini saya akan mengisahkan tentang pengalaman seorang teman di dalam kereta. Semoga bisa bermanfaat dan bisa ambil pelajaran dari kisah ini.
Foto dibawah adalah foto sepasang suami istri yang dengan sengaja saya ambil ketika saya sedang menaiki kereta arah Depok > Jakarta kota beberapa minggu lalu.
Sepasang suami istri ini entah siapa namanya, beliau terlihat begitu berantakan dan sedikit kumal. Mohon maaf, bahkan terhirup bau tak sedap dari mereka, baunya bahkan membuat seorang Ibu yang awalnya duduk didekatnya terpaksa harus keluar dari kereta dan muntah sejadi2nya, mungkin karena tidak tahan dengan baunya.
Awalnya saya berfikir bahwa Ibu dan Bapak ini adalah seorang pengemis. Hingga Allah kembali menghentakkan hati saya dengan pembelajaran yang luar biasa pada hari itu.
Kali ini saya tidak akan bercerita mengenai bagaimana kisah cinta pasangan ini, ikatan cinta keduanya, bagaimana mereka bersama mengarungi masa2 tua, dengan kisah2 romantis mereka, menikmati hidup bersama. Bukan kawan, bukan itu yang akan saya ceritakan, hal ini lebih dari itu, jauh lebih indah dari itu.
Sambil menikmati perjalanan ditemani sebungkus kentang goreng menunggu kereta tiba di Jakarta Kota. Mataku tak hentinya memandangi sepasang suami istri tersebut. Sebenarnya saya merasa terganggu karena bau yang dibawa kedua orang tua itu sunggu sangat menyengat, tak dapat saya gambarkan baunya seperti apa, saya hanya dapat memastikan bahwa saat itu kepala saya sangat pusing akibat baunya.
Hingga datang seorang pemuda dengan gaya stylish sambil menggunakan headset duduk tepat di samping bapak yang memakai baju putih. Sesaat ketika melihat pemuda itu perawakannya sangat mirip dengan teman saya di kampus Unhas, entah apa motivasi pemuda itu duduk tepat di samping bapak tersebut sedangkan setiap orang yang berada dalam gerbong kereta menjauhi sepasang suami istri itu karena baunya.
Hingga mulai terdengar pemuda itu menanyakan beberapa hal kepada bapak tersebut.
"Namanya siapa pak?, tinggal dimana?, mau kemana?, punya anak berapa?. Saat itu sunggu saya dibuat terkagum dengan perawakan pemuda itu, walaupun terlihat selengean (cuek) namun sungguh ia satu dari beberapa orang hebat yang pernah saya temui selama ini. Banyak hal yang membuat saya yakin bahwa pemuda itu adalah orang yang hebat, namun tulisan saya kali ini tidak akan membahas seberapa hebat pemuda itu. Kali ini tulisan saya akan fokus menceritakan kisah sepasang suami istri tersebut.
Kereta sebentar lagi tiba di stasiun Gondangdia, ku dengar dari percakapan pemuda dan bapak itu, stasiun Gondangdia adalah stasiun tujuan pasangan suami istri itu.
Kulihat pemuda itu memasukkan tangannya ke dalam tasnya dan mengambil beberapa uang berwarna merah (Rp 100.000,-) dalam jumlah yang sangat banyak, sangat banyak, saya tak tahu pastinya.
Dengan nada yang sangat sopan pemuda itu berkata : "Pak, saya punya sedikit rejeki buat bapak dan ibu mungkin bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup bapak dan ibu beberapa hari ke depan."
Tahukah kawan, apa jawaban bapak itu? Beliau menjawab seperti ini.
"Sungguh agamaku melarangku menjadi seorang pengemis yang menengadahkan tangan menunggu bantuan uang dari si tuan kaya raya, ku yakin Tuhan ku Maha Kaya, sangat kaya. Saya tahu niat ananda adalah untuk membantu kami dan sungguh saya yakin bahwa Allah lah yang telah mengirimmu kepada kami, namun mohon maaf nak saya tak bisa menerima itu, saya tak ingin sebuah kisah dari perjalanan perjuangan hidup kami mencari rezeki, terdapat sebuah kisah bahwa kami menerima uang dari orang lain dikarenakan kasihan dengan kondisi kami. Saya yakin nak, iya saya yakin sebentar lagi nak, sebentar lagi." Kemudian bapak itupun melangkahkan kakinya turun ke stasiun Gondangdia bersama istrinya.
Semoga Allah memaafkan prasangka saya yang menganggap bapak dan ibu itu adalah seorang pengemis. Sungguh mereka sebenar-benarnya hamba Allah yang bertebaran di muka bumi dan mencari rezeki Allah layaknya seorang pahlawan.
Pengalaman ini sontak menambah keyakinan saya bahwa rezeki Allah sungguh sangat dekar kawan, ya sebentar lagi sebentar lagi, itu pesan si bapak tua.
Terima kasih banyak.
Ditulis oleh :
Wahyu Hidayat Ar-Rasyid

Semoga kita semua selalu dijadikan hamba Allah yang selalu bersyukur atas segala nikmat yang diberikan-Nya.

Sumber :
One Day One Juz on Facebook

26.7.14

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H

Assalamualaikum wr. wb.

Tidak terasa satu bulan penuh kita laksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Di saat bulan penuh berkah, rahmat dan ampunan telah pergi, lalu sebentar lagi kita akan dipertemukan dalam momen kegembiraan, yaitu hari raya Idul Fitri. Rasanya sangat sedih ketika harus meninggalkan bulan yang suci ini.

Hari raya Idul Fitri yang jatuh pada tanggal 1 Syawal merupakan hari yang istimewa. Seluruh kaum muslimin di berbagai belahan bumi bersuka cita merayakannya sebagai hari raya Idul Fitri.
Di hari raya Idul Fitri ini, kita kembali suci, sebagaimana bayi yang baru dilahirkan. Dan kita patut bergembira karena hari raya itu merupakan rahmat Allah yang diberikan kepada hamba-Nya. Di antara kebaikan itu dimana kita sudah menahan hawa nafsu dan melaksanakan zakat fitrah.

Kita dianjurkan untuk menghidupkan malam idul fitri ini dengan beribadah, sholat tahajjud, membaca alquran dan ibadah-ibadah lainnya.
Ada satu hadis yang artinya "Barang siapa yang menghidupkan malam-malam Idul Fitri dan Idul Adha (yakni dengan beribadah, shalat tahajjud, membaca al-quran dan bertakbir atau ibadah lainnya) maka tidak akan mati hatinya di saat hati yang lain mati." (HR. Ibnu Majah dan Ath Tabrani)

Semoga kita selalu diberikan istiqamah untuk menjalankan ibadah setelah bulan Ramadhan ini sudah lewat. Jangan hanya di bulan Ramadhan saja kita melakukan ibadah yang benar, tapi setelah bulan Ramadhan juga tetap harus dilakukan. Dan semoga kita bisa dipertemukan kembali dengan Ramadhan tahun depan.
Aamiin..

Saya juga ingin mengucapkan, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H. Taqabbalallahu minna wa minkum.
Minal Aidin Walfaizin, Mohon maaf lahir dan bathin. Maafin apabila dalam postingan-postingan di blog saya ada yang salah atau ada yang tidak berkenan. Semoga kita semua selalu diberikan keberkahan.

Wassalam.

Sungguh Ramadhan sangat sebentar, berlalu pula ia dalam sekejap.
Sudahkah kita meraih ampunan-Nya?
Sudahkah kita menggapai rahmat-Nya?
Akankah kita diberi masa untuk bertemu kembali tahun depan?
Ramadhan, andaikan engkau bisa tetap tinggal. ;(
~ benefiko ~